Life of Pi

“Don't cry because it's over, smile because it happened”

urinologi.

Menurut Wikipedia, Urinologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang kelainan pada saluran kemih dan genital pada pria dan saluran kemih pada wanita.

Pastinya pada bingung kenapa saya tiba-tiba, out of nowhere, nyebut Urinologi. Urin. Satu hal yang memanfaatkan ke-tidak-FIT-an badan saya dan sangat-amat MENGGANGGU keberlangsungan hidup saya selama kurang lebih sebulan terakhir.

Kenapa?

Kalo ditanya sebabnya, saya juga gatau mau mulai darimana.

1. Saya ingat waktu saya masih tinggal di Bandung, teman-terdekat saya, SAP, (hampir) selalu membelikan saya air mineral di kala haus dan selalu mengingatkan untuk minum air mineral. dan saya ingat kalau saya (hampir) selalu membeli es teh manis sebagai penutup hidangan. Selain itu, jika saya ingat-ingat kembali, SAP sudah mengganti galon air mineralnya kira-kira sudah 2x, namun galon milik saya tidak juga berganti krn air di dalamnya masih setia dan betah ada di tempatnya.

2. Saya ingat waktu saya pergi ke Bandung baru-baru ini dengan teman-terdekat saya, (masih) SAP, di perjalanan pulang ke Jakarta saya kebelet pipis yang yah, cukup mengganggu. Tetapi, entah kenapa penyakit ‘MAGER’ saya sudah sangat kronis rasanya dan saya pun mengurungkan niat untuk menunda proses mengeluarkan air di dalam tubuh saya tersebut hingga kurang lebih 1 jam dari waktu dimana saya sudah mencapai klimaks dalam kebelet. *nah lho bingung kan kalimatnya*

3. Saya ingat waktu saya pergi ke sebuah mini-market di dekat rumah saya. Di sana saya membeli pulsa untuk provider saya tersayang yang ternyata bonusnya adalah 1 liter minuman segar yang namanya mengikuti wadahnya. Dan minuman tersebuh sangat amat menolong saya di kala rasa gerah di siang hari ataupun di kala saya sedang ber-‘pesta’ kripik setan apapun-itu-jenisnya (pedas dilawan manis dan dingin = surga di lidah terbakar). Alhasil, minuman ‘penyelamat’ itu pun tamat riwayatnya di tangan saya. hanya saya.

4. Saya ingat waktu saya pergi ke Paris Van Java, Bandung, setelah saya mengikuti salah satu tes penerimaan karyawan baru di sebuah BUMN terkemuka di negri ini. Saya sibuk bolak-balik kamar mandi, saya tidak bisa jauh-jauh dari kamar mandi, hanya untuk mengeluarkan satu tetes air dari dalam tubuh saya di bawah sana. satu tetes. bayangkan anda meneteskan obat tetes mata ke mata anda.

(sedikit) Sakit. (sangat) Gemes. Kesel (parah).

5. Saya ingat. mungkin sedikit tidak ingat krn saya sedang berada di dua alam. Sadar dan bawah sadar. Saya mimpi saya pipis dan ya.. di dunia nyata saya juga melakukan hal yg sama (secara tidak sadar) di atas kasur saya. mimpi basah? *eh*

6. Saya ingat, ya, tentu saja saya ingat. Sewaktu saya berangkat untuk bekerja di pagi hari (jarak tempuh rumah-kantor di pagi hari sekitar 1,5-2 jam) saya tak kuasa untuk menahan meluapnya air di dalam kandung kemih saya dengan tidak pada tempatnya. Sesaat setelah saya memarkirkan mobil dan hendak turun. Di dalam mobil. Di basement.

7. Saya ingat, ya, tentu saja saya ingat kejadian sebelumnya. oleh karenanya sata membawa peralatan perang: pakaian cadangan, plastik dan handuk. Tapi sayangnya, saya lupa membawa air mineral. Kejadian di atas pun terulang esok harinya sebanyak 3x di dalam perjalanan saya menuju kantor. menuju. belum sampai kantor. di jalan. Beruntungnya saya, saya sudah membawa 2 pakaian cadangan yang menyebabkan saya sudah tidak memiliki cadangan lagi untuk perjalanan saya pulang di malam hari.

8. Saya ingat, ya, tentu saja saya ingat karena ini masih sangat membekas di tubuh saya. Masih di hari yang sama, saya sampai rumah terlebih dahulu dibandingkan orang tua saya. Satpam pun entah dimana. Saya tidak bawa kunci rumah bahkan kunci pagar sehingga saya terpaksa menunggu di luar. Sepanjang perjalanan pulang saya diselamatkan oleh SAP yang mengajak saya ngobrol sehingga saya seakan lupa kalau saya kebelet atau sejenisnya yang akan menyebabkan ‘banjir’ di mobil saya untuk yang ke-sekian kalinya. Tetapi sampai rumah, saya sudah tidak selamat. Panik. Saya lari ke tetangga bermaksud untuk meminjam sarung, tapi karena kepanikan saya itu saya tidak memperhatikan jalan dan saya terbang bebas menuju aspal karena tersandung polisi yg sedang enak-enak tidur di dpn rumah saya. Dan..terjadilah! Saya mendarat dgn sukses di dpn rumah di atas aspal, handphone terbang dan mendarat jauh di dpn mata dgn mengenaskan, selanjutnya? kandung kemih saya meluap (lagi). Di dpn pagar rumah saya. (untungnya) malam hari dan sepi. Dan ini pun oleh-oleh dari pak polisi yang sampai skrg masih tertidur pulas di dpn rumah saya:

10. Saya ingat setelah itu saya langsung di’larikan’ ke UGD oleh orang tua saya di malam-malam hari. mungkin salah satu alasannya karena orang tua saya tidak mau mobil yg lain pada akhirnya menjadi korban keganasan bencana yg terjadi di kandung kemih saya. haha. walaupun saya takut, namun pahlawan saya di malam itu, Chane, berusaha memberikan dorongan hingga terseretlah saya ke ruang UGD tersebut dan saat itu juga diminta untuk masuk lab dan tes urin.

Setengah jam kemudian….

Lab: Mbak, lagi haid? l P: Gak. kenapa? l Lab: (DIEM dan cuma ngasih amplop isi hasil lab)

Dr. X: kamu suka minum produk-berasa itu ya? kamu suka nahan pipis ya? kamu kalo pipis sakit dan sedikit-sedikit? kamu beser juga??

Mama: IYA SEMUA DOK!

P: (dalam hati mengumpat membenarkan perkataan dokter dan mama)

Dokter: kamu ISK. Infeksi Saluran Kencing. di ‘air’ km ada kandungan darahnya cukup banyak. bakteri.

P: *tepok jidat*

perhatikan ini baik-baik!

Dr. X: Akibat dari kurang minum air putih dan apalagi meminum minuman berpengawet, berasa, menyegarkan, dan enak itu, air yang dicerna mengalami proses pengkristalan. tidak terlalu besar, seperti kerikil-kerikil, yang entah dimana posisinya. bisa di ginjal (versi besarnya: batu ginjal), bisa di uretra, bisa di mana saja. sewaktu dia turun ke kandung kemih melalui uterus, kerikil- kerikil itu seperti tergesek-gesek dan mengakibatkan luka sehingga timbul kandungan darah. Air yang tertampung di kandung kemih pun menjadi tak tertampung lagi karena kebiasaan menahan pipis, sehingga penderita tidak akan mampu menahan meluapnya air dari kandung kemih dan terjadilah pembuangan yang tidak dapat terencana. sekarang saya kasih antibiotik dan untuk setelah ini, kamu minum 1 liter air mineral tanpa-jeda sebagai detoksifikasi sehingga pengobatannya akan lebih mudah ke depannya.

P: (dalam hati) lu pikir gua onta?! *nelen ludah ga bisa ngebayangin* (karena jujur, saya jadi agak trauma untuk minum karena takut terjadi banjir bandang untuk kesekian kalinya)

11. Saya ingat. Keesokan harinya saya tidak boleh menyetir sendirian. Saya harus ke kantor menggunakan sarung dan diapers di dalamnya, just in case I’m flooding again. Akan tetapi setelahnya, Ups. Saya tidak ingat. saya tidak sengaja tidak meminum antibiotik yang diberikan, dan sewaktu saya buang air kecil, saya shock krn air saya sudah berubah warna, reddish, to be clear.


12. Saya ingat. ya. sekarang saya ingat. dan tentunya Anda, yg membaca postingan-panjang-banyak-ngemeng-gak-to-the-point saya ini, harus selalu ingat juga akan hal ini.

  • Minumlah air mineral sebagai pelega kerongkongan anda. pengilang dahaga anda. Minimal 8 gelas sehari?
  • Jangan mager untuk buang air kecil (seperti saya). anda akan tahu akibatnya.
  • Kurangi. kalau bisa, hilangkan kebiasaan mengkonsumsi minuman berpengawet yang amat sangat menggoda iman krn rasanya apalagi jika di sediakan dalam kondisi dingin. anda tidak mau terjadi pengkristalan di dalam tubuh anda bukan?
  • Bersihkanlah daerah intim anda secara benar. (untuk wanita) usap dari depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan. karena hal ini sering terjadi secara tidak sadar. Dan janganlah mager untuk mengganti pakaian dalam-bawah anda. (akan membawa bakteri)
  • Walaupun agak sedikit repot, jangan sembarangan buang air kecil di dudukan toilet umum. Bersihkan terlebih dahulu dan (kalau bisa) dialasi tissue. (akan membawa bakteri)
  • Semua yg berlangsung, bukan disebabkan oleh kejadian di waktu terdekat saja, tetapi merupakan akumulasi dari kegiatan-kegiatan yang sudah berlangsung jauh sebelumnya.

Semoga postingan-panjang-banyak-ngemeng-gak-to-the-point saya ini dapat memberikan manfaat untuk Anda, di luar kemampuan saya yg sama sekali tidak mempunyai experience di bidang kedokteran.

Semoga Anda semua sehat dan menjaga sehat Anda, jangan sampai penyakit datang mendahului Anda. Terima Kasih! :)